Van Dijk 1893: 4. LOKASI UMUM KAMPUNG-KAMPUNG 1893

P. A. L. E. Van Dijk: Rapport Betreffende De Si Baloengoensche Landschappen Tandjoeng Kasau, Tanah Jawa En Siantar – 1893 Bagian 4

Kampung-kampung di Si Balungun/Simalungun umumnya terletak berjauhan satu sama lain, dengan jarak tempuh sekitar tiga jam perjalanan di dalam hutan. Area kampung dibuka dengan menebang hutan, dan rumah-rumah biasanya didirikan dalam dua baris berhadapan. Seluruh area kampung dikelilingi oleh pagar bambu yang tajam dan runcing.

Baca Selengkapnya

C. De Haan 1870: 4. Pakaian, Perhiasan, dan Kemegahan Tradisi Penyambutan Batak

Bagian 4: Ekspedisi Hindia Belanda ke Pedalaman Batak (C. De Haan 1870) 1. Kesederhanaan Busana Sehari-hari Pakaian masyarakat Batak dataran tinggi sangatlah sederhana, terbuat dari kain katun tenunan sendiri. Para pria melilitkan kain di pinggul; penggunaan celana atau sarung yang dijahit sangat jarang dan merupakan pengaruh Melayu. Tubuh bagian atas kadang ditutupi baju (penulis bahkan … Baca Selengkapnya

Van Den Bor 1893: Legenda Goa Liang Namuap Bagian 2

R. C. Van Den Bor: De Liang Na Muap En De Legende Daaraan Verbonden – 1893 Bagian 2

Selain oleh kelelawar, seperti yang telah kita lihat, gua ini juga dihuni oleh Halak Bunian, dan makhluk-makhluk tak kasat mata ini sering menjalin kontak dengan garis keturunan raja dari marga Hasibuan di wilayah Ulu Barumun. Marga Hasibuan itu sendiri memang berasal dari keturunan yang sangat terhormat.

Baca Selengkapnya

C. De Haan 1870: 3. Flora, Fauna, dan Kehidupan Masyarakat Dataran Tinggi Batak

Bagian 3: Ekspedisi Hindia Belanda ke Pedalaman Batak (C. De Haan 1870)

1. Kekayaan Flora dan Pemanfaatan Hutan Meski dataran tinggi didominasi ilalang, hutan masih sengaja dipertahankan di sekitar kampung untuk kayu bakar dan menutupi pegunungan (kecuali Gunung Piso-piso). Tanaman yang tumbuh meliputi anom, pepaya, rambutan (diekat), jeruk manis, nangka, degerat, berkul, embacang asam (bergong), jambu, serta kemiri yang minyaknya diperas untuk kebutuhan sehari-hari. Pisang dan durian tidak dapat tumbuh di sini.

Baca Selengkapnya

Van Dijk 1893: 3. Peta Wilayah Simalungun dan Lanskap-lanskapnya 1893

P. A. L. E. Van Dijk: Rapport Betreffende De Si Baloengoensche Landschappen Tandjoeng Kasau, Tanah Jawa En Siantar – 1893 Bagian 3

Secara keseluruhan, wilayah Si Balungun/Simalungun merupakan hamparan dataran yang sangat luas, subur, dan tertutup hutan, yang perlahan landai naik dari arah pesisir menuju tepian Danau Toba. Kenaikan elevasi ini terjadi begitu bertahap* sehingga hampir tidak terasa bagi para pelancong; bentang alam baru mulai terasa bergelombang ketika mendekati pegunungan perbatasan.

* Kelandaian jalan dari Pantai Timur ke Parapat sangat terasa saat kita berkendari, sangat kontras dengan dibandingkan rute Medan-Tongging atau Barus-Toba yang ekstrem. Rute Siantar dominan datar hingga Parapat, lalu menanjak moderat. Sebaliknya, rute dari Medan ke Tongging dan Barus menyajikan turunan/tanjakan curam ketika kita ke Danau Toba atau saat turun langsung menuju bibir danau (kaldera).

Baca Selengkapnya

Van Den Bor 1893: Legenda Goa Liang Namuap Bagian 1

R. C. Van Den Bor: De Liang Na Muap En De Legende Daaraan Verbonden – 1893 Bagian 1

Kira-kira tiga palen1 di sebelah timur kampung Handio, yang termasuk dalam lanskap Sosa Julu di afdeeling Padang Lawas, terdapat sebuah gua yang sangat luas bernama Liang Na Muap, yang berarti Gua Berbau. Nama ini diberikan karena tumpukan kotoran (guano) yang sangat banyak di dalamnya, yang berasal dari tak terhitung jumlahnya kelelawar yang bersarang di sana.

Baca Selengkapnya

C. De Haan 1870: 2. Menembus Dataran Tinggi Batak -Dari Cingkem hingga Danau Toba

Bahagian 2: Ekspedisi Hindia Belanda ke Pedalaman Batak (C. De Haan 1870)

1. Cingkem*: Gerbang Menuju Tanah Merdeka Perjalanan dari Bulu-aur berlanjut melintasi rute yang relatif mulus, melewati desa-desa seperti Kuta-Bungkei, Katangkuhan, Merkelu, Sikabuen, Pagarbatu, Besukun, dan Bukum. Jalur ini berujung pada turunan curam menuju Cingkem, sebuah permukiman baru berisi enam rumah tangga. Cingkem merupakan gerbang perbatasan geografis dan politis menuju wilayah Batak yang sepenuhnya merdeka, di mana daratan tinggi hanya terhalang oleh satu punggung gunung.

Baca Selengkapnya

Van Dijk 1893: 2. Narasi Sejarah: Tinjauan Umum Geografi Simalungun

P. A. L. E. Van Dijk: Rapport Betreffende De Si Baloengoensche Landschappen Tandjoeng Kasau, Tanah Jawa En Siantar – 1893 Bagian 2

Lanskap Tanah Jawa, Siantar, dan Tanjung Kasau* hampir sepenuhnya datar, kecuali di bagian di mana Tanah Jawa dan Siantar terhubung ke pegunungan perbatasan. Setelah menuruni pegunungan dari sisi ini, kita sampai pada sebuah dataran tinggi (bergplateau) yang merupakan kelanjutan dari dataran tinggi Toba yang mengelilingi seluruh danau. Di dataran tinggi yang benar-benar gundul ini—hanya ditumbuhi alang-alang dan berbagai jenis rumput—terdapat beberapa lanskap yang termasuk dalam wilayah Si Balungun/Simalungun (Tanah Jawa**); wilayah lainnya, termasuk yang berada di sisi Si Manuk-Manuk (Uluan), sepenuhnya merupakan wilayah Toba. Selain itu, seluruh negeri ini dialiri oleh aliran sungai-sungai gunung yang tak terhitung jumlahnya dengan arus cepat serta air yang sangat jernih dan dingin. Lebar sungai-sungai ini bervariaSiantara 3 hingga 20 meter.

Baca Selengkapnya

Van Dijk 1893: 1. Sejarah dan Batas Wilayah Simalungun Kuno

P. A. L. E. Van Dijk: Rapport Betreffende De Si Baloengoensche Landschappen Tandjoeng Kasau, Tanah Jawa En Siantar – 1893 bagian 1

Geografi dan Batas Wilayah Si Balungun/Simalungun*

* Nama yang dikenal dan kini di Gunakan adalah Simalungun.

Baca Selengkapnya

C. De Haan 1870: 1. Ekspedisi Hindia Belanda ke Pedalaman Batak

Bagian 1

Pada bulan September hingga Oktober 1870, sebuah ekspedisi resmi pemerintah Hindia Belanda diberangkatkan menuju wilayah Batak merdeka di pedalaman Sumatera. Perjalanan ini didampingi oleh fotografer F. Feilberg dan Pangeran Deli.

Baca Selengkapnya

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini | You cannot copy content of this page.