Van Dijk 1893: 4. LOKASI UMUM KAMPUNG-KAMPUNG 1893

P. A. L. E. Van Dijk: Rapport Betreffende De Si Baloengoensche Landschappen Tandjoeng Kasau, Tanah Jawa En Siantar – 1893 Bagian 4

Kampung-kampung di Si Balungun/Simalungun umumnya terletak berjauhan satu sama lain, dengan jarak tempuh sekitar tiga jam perjalanan di dalam hutan. Area kampung dibuka dengan menebang hutan, dan rumah-rumah biasanya didirikan dalam dua baris berhadapan. Seluruh area kampung dikelilingi oleh pagar bambu yang tajam dan runcing.

Pagar pembatas ini biasanya memiliki dua pintu keluar yang letaknya berseberangan, yang ditutup dengan jenis pintu berengsel jungkit (bascule), juga terbuat dari bambu. Tembok pertahanan di sekeliling kampung tidak ditemukan di mana pun, kecuali di lanskap Si Balungun/Simalungun yang terletak di sisi pegunungan perbatasan ini, yang secara umum memiliki karakter yang lebih Toba daripada Si Balungun/Simalungun.

Jalan setapak biasa melalui hutan dan ladang menghubungkan satu kampung dengan kampung lainnya. Semua jalan di Si Balungun/Simalungun memang masih berupa jalan setapak biasa. Di tiga kerajaan yang telah dianeksasi, jalan-jalan tersebut di beberapa tempat telah dibersihkan dan sedikit diperlebar.

Penyeberangan sungai terdiri dari satu atau lebih batang pohon yang diletakkan di atas air, dengan atau tanpa pegangan tangan. Dari Labuhan Ruku, sebuah jalan yang dapat dilalui kendaraan telah dibangun menuju Pasar Maligas, sebuah kampung dengan 16 kepala keluarga, yang terletak di wilayah Tanah Jawa.

Tinggalkan komentar

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini | You cannot copy content of this page.