Dr. J. Leyden 1821: 5. Duel Maut Raja Suran dan Muslihat Jarum Berkarat Cina

Melihat pasukannya sempat terpukul mundur di gerbang Gangga Nagara, Raja Suran tidak tinggal diam. Ia segera menaiki gajah besarnya dan menerjang maju menuju gerbang benteng. Meski hujan tombak dan panah menyasar dirinya, ia tetap teguh. Raja Suran kemudian menghantamkan senjata sakti chacra-nya ke gerbang tersebut hingga hancur seketika. Ia pun merangsek masuk ke dalam benteng bersama seluruh barisan prajuritnya.

Baca Selengkapnya

Dr. J. Leyden 1821: 4. Silsilah Agung Raja Suran dan Ambisi Penaklukan Cina

Waktu terus bergulir hingga akhirnya Putri Shaher-ul Beriah melahirkan seorang putra. Raja Kida Hindi memberi bayi itu nama Araston Shah. Anak ini tumbuh menjadi pemuda yang sangat mirip dengan ayahnya, sang penguasa dunia, Raja Secander Zulkarneini. Kelak, Raja Araston Shah menikahi putri dari raja Turkestan dan dikaruniai putra bernama Raja Aftas.

Baca Selengkapnya

Dr. J. Leyden 1821: 3. Asal-usul Raja Melayu dan Kisah Legenda Raja Secander

Seorang penulis sejarah sejati harus memulai karyanya dengan niat tulus untuk menyampaikan kebenaran berdasarkan informasi terbaik yang ia miliki. Begitu pula dengan kisah ini, yang lahir dari sebuah pertemuan istimewa antara para cendekiawan dan bangsawan.

Baca Selengkapnya

Dr. J. Leyden 1821: 2. Monopoli Belanda dan Runtuhnya Kejayaan Perdagangan Melayu

Dunia mungkin akan melihat wajah Asia Tenggara yang berbeda hari ini seandainya Belanda menerapkan kebijakan ekonomi liberal di masa lalu. Jika saja kondisi lokal di Batavia tidak menghambatnya, kebijakan yang terbuka bisa saja membawa kemajuan peradaban dan kemakmuran yang merata di seluruh kepulauan ini. Namun sayangnya, sejarah mencatat jalan yang berbeda.

Baca Selengkapnya

Dr. J. Leyden 1821: 1. Jejak Melayu dalam Catatan Sejarah

Menghadirkan sebuah karya sejarah ke hadapan publik tentu memerlukan latar belakang yang jelas. Kita perlu memahami dalam kondisi apa tulisan ini dibuat, apa tujuan sang penerjemah, serta bagaimana karakter masyarakat yang kisahnya terekam dalam lembaran-lembaran ini.

Baca Selengkapnya

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini | You cannot copy content of this page.