Sejarawan Van Rijn van Alkemade bersikeras menulis nama daerah ini sebagai “Poeloe Lawan”. Namun, bagi mereka yang lebih mahir berbahasa Melayu, ejaan yang paling tepat sebenarnya adalah “Pulau Lawan”. Meski begitu, dalam menelaah catatan sejarah, kita sering kali membiarkan perbedaan ejaan ini karena maknanya tetap merujuk pada tempat yang sama.