Junghuhn 1847: 8. Misteri Pegunungan India: Menemukan Kembaran Leluhur Bangsa Batak pada Suku Tuda

Franz Junghuhn – Die Battaländer auf Sumatra – 1847

Setelah membandingkan bangsa Batak dengan berbagai ras di Asia Timur, mari kita alihkan pandangan ke daratan Asia Selatan, tepatnya pada bangsa Hindu. Secara fisik, bangsa Hindu memiliki postur tubuh sedang, meramping, dengan anggota gerak yang sangat lentur. Bentuk kepala mereka memanjang, menghiasi wajah oval dengan hidung yang mancung, serta proporsi wajah yang teratur nan menawan. Rambut dan mata mereka umumnya berwarna gelap, meski banyak juga yang memiliki rambut kecokelatan. Karakteristik ini melekat kuat pada masyarakat Hindu di Malabar, Deccan, Hindustan, hingga para leluhur emigran yang berlayar ke Sri Lanka maupun Kepulauan Sunda.

Baca Selengkapnya

Van Vuuren 1910: 7. Ilusi Kemerdekaan Pangeran India: Rahasia Gelap Sistem Protektorat Inggris

Laporan L. Van Vuuren – Eerste Maatregelen In Pas Geannexeerd Gebied – 1910.

Dalam buku-buku sejarah beraliran utama, sistem protektorat (negara naungan) Inggris di India sering kali digambarkan sebagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Para pangeran dan raja lokal (Maharaja) tampak seolah-olah masih menduduki singgasana mereka dan memerintah rakyatnya sendiri secara mandiri. Namun, realitas di balik tembok keraton jauh berbeda dari apa yang terlihat di permukaan.

Baca Selengkapnya

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini | You cannot copy content of this page.