Junghuhn 1847: 11. Kejayaan Melayu dan Fakta Kedaulatan Kuno Bangsa Batak

Franz Junghuhn – Die Battaländer auf Sumatra – 1847

Dari pelabuhan sibuk Malaka, bangsa Melayu—yang akar leluhurnya berasal dari dataran tinggi Minangkabau atau wilayah Agam kuno—mengepakkan sayapnya ke seluruh penjuru Nusantara dan mencapai puncak kejayaan. Namun, roda sejarah berputar tajam ketika armada Portugis di bawah komando Afonso de Albuquerque menyerang dan merebut Malaka pada tahun 1511. Terdesak oleh invasi asing ini, Sultan Mahmud Shah membawa rakyatnya melarikan diri ke arah timur Semenanjung Malaya, tempat mereka kemudian membangun pusat kekuasaan baru yang tangguh bernama Kesultanan Johor.

Baca Selengkapnya

Junghuhn 1847: 9. Meluruskan Fitnah Sejarah: Kebenaran di Balik Mitos Kanibalisme

Franz Junghuhn – Die Battaländer auf Sumatra – 1847

Dalam penelusuran sejarah peradaban masa lalu, para penjelajah juga menyoroti Suku Gond di dataran tinggi Gondwana (India) serta Orang Samang (atau Udai) di Semenanjung Malaya. Nama Orang Samang sering kali muncul karena adanya rumor gelap yang menyebutkan bahwa mereka mempraktikkan kanibalisme, seperti memakan anggota keluarga yang sakit.

Baca Selengkapnya

Junghuhn 1847: 7. Melampaui Batas Sumatra: Melacak Jejak Fisik Leluhur Bangsa Batak Hingga ke Daratan Asia

Franz Junghuhn – Die Battaländer auf Sumatra – 1847

Setelah meneliti tetangga terdekat di Sumatra, kita perlu melebarkan pandangan jauh melintasi lautan. Membandingkan bangsa Batak—yang merangkum kekayaan budaya dari kelompok Toba, Karo, Pakpak, hingga Dairi—dengan bangsa-bangsa di Asia daratan adalah kunci untuk mengungkap jati diri dan asal-usul asli mereka.

Baca Selengkapnya

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini | You cannot copy content of this page.