P. A. L. E. Van Dijk: Rapport Betreffende De Si Baloengoensche Landschappen Tandjoeng Kasau, Tanah Jawa En Siantar – 1893 Bagian 6
Hunian: Istana dan Pondok Ladang Rumah para kepala wilayah dan tokoh terkemuka umumnya luas dan gagah, sedangkan rumah rakyat jelata cukup buruk. Rakyat biasa sering tinggal di pondok-pondok kecil di ladang mereka dan tidak kembali ke kampung di malam hari jika pekerjaan sedang banyak. Akibatnya, kampung seringkali kosong di siang hari, hanya menyisakan kepala kampung, beberapa wanita tua, dan anak-anak. Rumah-rumah dibangun tinggi dari tanah, terutama rumah para kepala wilayah, dengan lantai setidaknya 2 meter, bahkan hingga 4 meter, di atas tanah. Rumah ditopang oleh tiang-tiang kayu berat (biasanya kayu johar) yang ditanam di tanah atau diletakkan di atas batu datar. Bentuknya hampir identik dengan rumah Batak di Toba, namun jauh lebih tinggi, lebar, dan gagah.