Van Dijk 1893: 9. Industri dan Perdagangan di Simalungun: Sebuah Potret Ekonomi Sejarah

P. A. L. E. Van Dijk: Rapport Betreffende De Si Baloengoensche Landschappen Tandjoeng Kasau, Tanah Jawa En Siantar – 1893 Bagian 9

Industri kerajinan pribumi di wilayah ini tergolong tidak signifikan. Aktivitas utamanya terbatas pada penenunan kain-kain Batak oleh kaum wanita, serta pengerjaan besi, tembaga, perak, dan emas oleh kaum pria. Dalam hal arsitektur rumah, terlihat sedikit sekali cita rasa seni. Perhiasan emas dan perak juga sangat jarang ditemukan; para kepala wilayah yang berkedudukan tinggi maupun rakyat jelata pada umumnya berpakaian sangat sederhana. Hadiah-hadiah kecil seperti jam tangan, kain Jawa, potongan kain laken biru, lampu, senapan tromplaad, cermin, dan berbagai pernak-pernik murah yang kami bawa sebagai barang hadiah, diterima dengan sangat gembira, bahkan oleh para tokoh terkemuka.

Baca Selengkapnya

Van Dijk 1893: 8. Peternakan, Kuda, dan Hasil Hutan: Potret Ekonomi Simalungun

P. A. L. E. Van Dijk: Rapport Betreffende De Si Baloengoensche Landschappen Tandjoeng Kasau, Tanah Jawa En Siantar – 1893 Bagian 8

Secara umum, jumlah hewan ternak besar di wilayah ini sangat sedikit. Populasi kerbau tergolong sangat rendah, demikian pula dengan jawi (sapi) yang jumlahnya tidak signifikan, meskipun sebenarnya tersedia lahan penggembalaan yang luas, terutama di sekitar kampung-kampung. Beberapa ekor kerbau terlihat utamanya di Bandar, Siantar, dan lanskap-lanskap di tepian danau, di mana juga ditemukan beberapa kawanan jawi. Sebaliknya, hewan ternak kecil seperti kambing, ayam, dan babi sangat banyak ditemukan. Di setiap tempat yang dikunjungi, penduduk setempat seringkali memberikan persembahan berupa kambing atau ayam, mencerminkan harganya yang umumnya sangat murah. Populasi kuda juga rendah dan hanya ditemukan di beberapa tempat tertentu, jumlahnya tidak dapat dibandingkan dengan populasi kuda di wilayah Tanah Tobaen. Angka pasti mengenai jumlah ternak ini tidak dapat disajikan karena kurangnya catatan.

Baca Selengkapnya

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini | You cannot copy content of this page.