J. J. Sporrij 1918: 1. Harmoni di Pedalaman: Suku Gayo dan Kesultanan Aceh

J. J. Sporrij: Tanah Gayo Barat Laut (Wilayah Danau) – 1918

Di Tanah Rencong, Suku Gayo memiliki posisi yang sangat istimewa. Hutan belantara yang luas membentengi masyarakat pegunungan ini dari wilayah Aceh lainnya, kecuali di bagian tenggara yang berbatasan langsung dengan Tanah Alas dan Tamiang. Selama bertahun-tahun, Suku Gayo mendiami pedalaman Aceh dan berhasil menjaga karakter merdeka mereka secara utuh.

Baca Selengkapnya

T. J. Willer 1846: 2. Hierarki dan Keadilan di Huta Batak: Dari Bangsawan hingga Budak Gadai

T. J. Willer Verzameling Der Battahsche Wetten En Instellingen In Mandailing En Pertibie, Gevolgd Van Een Overzigt Van Land En Volk In Die Streken – 1846

Dalam tatanan politik Batak kuno, sebuah komunitas atau desa yang mereka sebut Uta bukan sekadar kumpulan rumah. Uta merupakan entitas politik yang mandiri. Di dalamnya, masyarakat membangun struktur sosial yang sangat teratur, terdiri dari para pemimpin, kaum bangsawan, rakyat merdeka, hingga golongan pekerja yang terikat utang.

Baca Selengkapnya

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini | You cannot copy content of this page.