Oleh: Karles H. Sinaga | Putra Si Tua Hinalang/br. Naibaho
Abstrak
Tulisan ini menelusuri riwayat penulisan Tarombo Siraja Batak — silsilah leluhur yang menjadi rujukan asal-usul marga-marga Batak — mulai dari catatan pejabat dan pengelana Eropa pada akhir abad ke-18 hingga tiga karya penting yang terbit pada kurun 1926–1933. Dengan menyusun kronologi lebih dari selusin penulis kolonial secara berurutan, lalu membandingkannya dengan kajian filologis dan antropologis yang lebih baru, esai ini memperlihatkan bahwa tarombo bukanlah teks tunggal yang diwariskan tanpa perubahan, melainkan hasil proses pencatatan panjang yang terus-menerus dibentuk ulang oleh konteks zamannya.