C. De Haan 1870: 3. Flora, Fauna, dan Kehidupan Masyarakat Dataran Tinggi Batak

Bagian 3: Ekspedisi Hindia Belanda ke Pedalaman Batak (C. De Haan 1870)

1. Kekayaan Flora dan Pemanfaatan Hutan Meski dataran tinggi didominasi ilalang, hutan masih sengaja dipertahankan di sekitar kampung untuk kayu bakar dan menutupi pegunungan (kecuali Gunung Piso-piso). Tanaman yang tumbuh meliputi anom, pepaya, rambutan (diekat), jeruk manis, nangka, degerat, berkul, embacang asam (bergong), jambu, serta kemiri yang minyaknya diperas untuk kebutuhan sehari-hari. Pisang dan durian tidak dapat tumbuh di sini.

Baca Selengkapnya

C. De Haan 1870: 2. Menembus Dataran Tinggi Batak -Dari Cingkem hingga Danau Toba

Bahagian 2: Ekspedisi Hindia Belanda ke Pedalaman Batak (C. De Haan 1870)

1. Cingkem*: Gerbang Menuju Tanah Merdeka Perjalanan dari Bulu-aur berlanjut melintasi rute yang relatif mulus, melewati desa-desa seperti Kuta-Bungkei, Katangkuhan, Merkelu, Sikabuen, Pagarbatu, Besukun, dan Bukum. Jalur ini berujung pada turunan curam menuju Cingkem, sebuah permukiman baru berisi enam rumah tangga. Cingkem merupakan gerbang perbatasan geografis dan politis menuju wilayah Batak yang sepenuhnya merdeka, di mana daratan tinggi hanya terhalang oleh satu punggung gunung.

Baca Selengkapnya

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini | You cannot copy content of this page.