Di sudut Teluk Batil, kita akan menemukan sebuah permukiman kecil yang dihuni sekitar dua puluh orang Tionghoa. Mereka bertahan hidup dengan mengumpulkan hasil hutan dan menebang kayu. Kayu-kayu ini kemudian mereka jual sebagai bahan bakar kepada kapal-kapal uap yang singgah melintas.