Van Dijk 1893: 20 Tanah Jawa: Dinamika Politik dan Kedaulatan

P. A. L. E. Van Dijk: Rapport Betreffende De Si Baloengoensche Landschappen Tandjoeng Kasau, Tanah Jawa En Siantar – 1893 Bagian 20

Dalam struktur pembagian politik di Tanah Jawa, posisi seorang raja sangat bergantung pada pengakuan keempat Tuan (kepala wilayah), yang dikenal sebagai Tungkat. Tanpa pengakuan dari salah satu dari mereka, seseorang tidak dapat diangkat menjadi raja. Di antara keempat penguasa ini, yang paling berpengaruh adalah Tuan Dolok Paribuan. Beliau kini telah menempatkan diri sebagai musuh Pemerintah Hindia Belanda menyusul serangan terhadap komisi pemerintah dalam perjalanan pulang mereka dari Danau Toba menuju Tanah Jawa. Serangan tersebut dilakukan meskipun komisi sebelumnya telah mengunjungi Tuan Dolok dan mereka sendiri mengklaim tidak bersikap bermusuhan, bahkan sering berkunjung saat komisi berada di Aji Bata.

Baca Selengkapnya

Van Dijk 1893: 19. Tanah Jawa: Asal-usul Penduduk dan Struktur Kekuasaan

P. A. L. E. Van Dijk: Rapport Betreffende De Si Baloengoensche Landschappen Tandjoeng Kasau, Tanah Jawa En Siantar – 1893 Bagian 19

Mengenai asal-usul penduduknya, populasi asli Tanah Jawa pada mulanya berasal dari marga Si Tanggang (Purba?). Namun, mereka kemudian ditundukkan oleh marga Sinaga.

Dalam Tulisan J Tideman 1920 ditulis Sitonggang/Sitanggang ini nama dari Marga Sinaga Keturungan Lontung, Masih garis keturunan Sinaga Batangio.

Kelompok Sinaga ini sendiri merupakan pengungsi yang pindah ke wilayah ini setelah diusir oleh Sidamanik dari Siantar. Sebelum berada di Siantar, leluhur Sinaga ini bermigrasi dari Girsang dan Sepangan Bolon. Kedua lanskap tersebut, pada gilirannya, awalnya dipadati oleh orang-orang yang berasal dari lanskap-lanskap di sepanjang pantai selatan semenanjung Samosir, terutama dari lanskap Urat.

Baca Selengkapnya

Anda tidak dapat menyalin isi halaman ini | You cannot copy content of this page.