Franz Junghuhn – Die Battaländer auf Sumatra – 1847
Menggali akar religi bangsa Batak kuno ibarat berjalan dalam kegelapan. Tidak seperti peradaban lain yang meninggalkan jejak megah, kita justru menemukan ketiadaan yang mencolok pada aspek kultus keagamaan. Bangsa Batak hampir tidak meninggalkan monumen besar, patung arca, atau kuil kuno yang bisa menjelaskan keyakinan masa lalu mereka. Satu-satunya momen yang memperlihatkan upacara sakral dan khidmat hanyalah ritual pemakaman—itu pun sangat unik dan sulit dibandingkan dengan bangsa lain.
